Asuhan Keperawatan dan Asuhan Kebidanan

Blog Perawat dan Bidan

PERITONITIS

leave a comment »

Penyulit ini jarang dijumpai apabila terapi segeradiberikan, akan tetapi nisa ditemukan pada pasien infeksi pascasesio sesareaapabila terjadi nekrosis dan terlepasnya insisi, dan juga bias terjadi karenameluasnya endometritis. Tetapi juga ditemukan bersama-sama dengan salpingo-ooforotis dan sellulitis pelvika. Selanjutnya, ada kemungkinan bahwaabses pada sellusitis pelvika mengeluarkan nanahnya ke rongga peritoneum danmenyebabkan peritonitis. Peritonitis juga kadang dijumpai pada wanita denganriwayat SC dan menjalani persalinan pervaginam.

Secara klinis, peritonitis nifas mirip dengan peritonitisbedah, kecuali bahwa rigidaitas abdomen biasanya kurang meninjol karena padakehamilan terjadi peregangan abdomen. Peritonitis, yang tidak menjadiperitonitis umum, terbatas pada daerah pelvis. Gejalanya tidak seberat padaperitonitis umum, penderita demam, nyeri perut bagian bawah, yaitu karenadistensi usus yang hebat terjadi karena ileus paralitik. Tetapi keadaan umumtetap baik. Pada pelvioperitonitis bias terjadi pertumbuhan bases. Nanah yangbiasanya terkumpul dalam kavum Douglasharus di keluarkan dnegan kolpotomi posterior untuk mencegah keluarnya melaluirectum atau kandung kencing.

Peritonitis umum disebabkan oleh kuman yang sangatpatogen dan merupakan penyakit berat. Suhu mneingkat menjadi tinggi, nadi cepatdan kecil, perut kembung dan nyeri ada defense musculire. Muka menjadi pucat,mata cekung, kulit muka dingain; terdapat apa yang dinamakan facieshippocratica.

Kausa peritonitis generalisata perlu diidentifikasi.Apabila infeksi dimulai di uterus dan kemudian ke peritoneum, terapi biasanyabersifat medis. Sebaliknya, peritonitis akibat lesi usus atau nekrosis insisiuterus sebaiknya diterapi secara bedah. Terapi antimikroba dilanjutkan.

Penangananperimetritis :

Pasang selang nasogastrik

Infus cairan Ringr Laktat

Berikan antibiotik kombinasi,sampai 48 jam bebas panas

Ampisilin 2 g I.V. tiap 24 jam

Ditambah gentamisin 5 mg/kg.I.V. tiap 24 jam

Ditambah metronidasol 500 mgI.V. tiap 8 jam

Jika perlu lakukan laparatoniuntuk drainase

Written by askepasbid

6 Juni 2009 pada 10:35 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: