Asuhan Keperawatan dan Asuhan Kebidanan

Blog Perawat dan Bidan

Inta Uterin Growth Retardation (IUGR)

leave a comment »

IUGR adalah keadaan dimana janin dalam uterus tidak dapat tumbuh normal (BBLR=LBW, SGA=preterm)
IUGR dapat dibagi ke dalam 3 kelompok utama:
1) IUGR kerena insufisiensi plasenta
Kelompok ini potensial untuk tumbuh normal, tetapi patologi dalam supply pembuluh darah ke plasenta. Iskemi cepat merusak plasenta kerusakan suply pengangkut O2 dan nutrisi ke janin,menyebabkan anoksia janin dan mungkin kematian. Pada kelompok ini menyebabkan 2-3 bayi pertumbuhannnya terhambat. Penyebab kerusakan arteri spiral ibu dalam plasenta belum diketahui dengan jelas, tetapi sebagai predisposisi: Insufisiensi plasenta, preeklamsi, penyakit ginjal kronik, hipertensi kronik dan masalah atau penyakit yang berhubungan dengan keadaan tersebut, seperti kehamilan kembar, diabetes melitus, penyakit jantung atau seperti penyakit kolagen. Plasenta previa dan solusio plasenta, postmatur, ibu yang tua, dan tempat yang tinggi mungkin masuk ke dalam kelompok ini, seperti suply normal nutrisi dan oksigen tidak dapat menjangkau bayi disebabkan plasenta atau masalah sirkulasi.

2) IUGR karena faktor lingkungan
Janin mempunyai kemungkinan untuk tumbuh normal, tetapi obat atau persilangan dari ibu ke janin menghambat pertumbuhan normal seperti penyakit malaria, toxoplasmosis, rubela cytomegalivirus, shipilis. Obat-obat berbahaya seperti alkohol, rokok, radiasi juga memeberikan kontribusi.

3) IUGR karena faktor intrinsik
Di sini janin tidak mempunyai atau kehilangan pertumbuhan normal segera setelah konsepsi. Pada kelompok ini meliputi: malformasi janin dan gangguan genetik. Kejadian ini lebih menonjol di negara-negara yang sedang berkembang.

Penyebab Umum
1. Sosial ekonomi yang rendah
2. Menikah dini
3. Jarak kelahiran pendek
4. Diet tidak adekuat karena kemiskinan dan keadaan malabsorpsi
5. Perhatian medis tidak adekuat
6. Kurangnya pemeriksaan kesehatan ibu saat kehamilan
7. Umur sangat muda dan sangat tua
8. Obesitas
9. Pengaruh ras, penyakit endemik, kelaparan dan genetik
10. Kepribadian, sikap terhadap bayi
11. Riwayat reproduksi yang jelek
12. Racun, seperti: obat, nikotin, alkohol dan pengaruh teratogenik

Penyebab uterus
Malformasi uterus kongenital
Penurunan oksigen
– Tempat tidur
– Penyakit pernafasan
– Penyakit jantung, sianosis
– Anemia, gangguan sel darah

Pengurangan nutrisi dan karena plasenta
– Berkurangnya kontraksi otot uterus
– DM, hipoglikemia ibu (dalam kasus yang ekstrim)
– Kelainan dari tali pusat
– Berkurangnya aliran uterus, trombus dalam pembuluh darah janin dari satu arteri tali pusat
– Kelainan plasenta atau plasenta previa
– Penyakit kecil plasenta juga disebabkan oleh pemisahan preterm, oleh infark atau hemangioma

Penyebab janin
– Kembar, kehamilan multipel
– Abnormalitas: Anenchepalus, potters syndrome
– Genetik (metabolik atau kromosom )
– Hemolisis: gangguan sel darah merah

Karakteristik bayi SGA saat lahir
1. Kurang jaringan subkutan
2. Penampilan bayi kurus, panjang dan lemah
3. Kulit:
a. Mengelupas, mempunyai lipatan pada telapak kaki
b. Kulit kering dan bersisik
c. Bayi lemah dan nampak dehidrasi
4. Terdapat ciri-ciri:
a. Berkeriput
b. Mata melotot
c. Alert atau posisi siap siaga
d. Ekspresi ketakutan
5. Mekonium ada pada: kulit, kuku, tali pusat
6. Beberapa bayi nampak dengan penurunan berat badan
7. Rambut jarang atau tipis,kasar dan lurus
8. Tali pusat biasanya kecil dan lebih cepat kering daripada bayi normal
9. Bayi aktif dan lapar pada saat lahir
10. Tulang kartilagosudah berkembang baik
11. Tulang kepala keras tetapi ukuranya kecil
12. Bayi mempunyai perutbentuk perahu (scapehoid)
13. Kepala sering lebih besar dari ukuran tubuh

Pedoman untuk mendiagnosis IUGR
1. Kegagalan uterus dan janin untuk tumbuh normal rata-rata di atas periode 4 minggu
2. TFU kurang dari 2 cm dari umur kehamilan
3. Berat badan tidak bertambah
4. Pergerakan janin berkurang
5. Cairan amnion berkurang
6. Cek ulang perkirakan persalinan
7. Pengukuran lingkar perut ibu (pada setinggi pusat), bila lebih dari 100 cm kemungkinan kehamilan kembar, polihidramnion atau bayi besar.

Manajemen bidan selama kehamilan
1. Pemeriksaan pada setiap kunjungan ANC dengan teliti
2. Dicurigai adanya suatu kelainan maka segera rujuk ke rumah sakit terdekat atau pada dokter
3. Melaksanakan instruksi dokter dengan teliti

Manajemen saat persalinan
1. Bayi dengan IUGR hendaknya lahir di rumah sakit yang mempunyai fasilitas khusus perawatan intensif
2. Pemantauan dengan teiti sampai melewati kelahiran
3. Bila selaput ketuban robek, ada mekonium dalam caiaran amnion harus menjadi perhatian dan laporkan pada dokter
4. Jika servik matang dan dilakukan induksi, lakukan monitoring dengan teliti dan tentukan persalianan pervginam atau SC
5. Sbelum induksi, jika servik belum matang diberi prostaglandin atau infus oksitosin sambil di lakukan monitoring dengn CTG –> memantau –> janin mengakibatkan fetal distres
6. Indikasi SC:
a. Tanda pertama fetal distres
b. Induksi gagal
c. Malpresentasi
d. CPD
e. Sevik tidak matang dengan beberapa keadaan seperti: preeklamsi atau DM
f. Riwayat SC sebelumnya

Written by askepasbid

8 Oktober 2007 pada 11:26 am

Ditulis dalam Asuhan Kebidanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: