Asuhan Keperawatan dan Asuhan Kebidanan

Blog Perawat dan Bidan

Archive for the ‘Genetalia Interna’ Category

CERVIKSITIS

leave a comment »

Infeksi serviks kemungkinan lebih sering terjadi daripada yang terlihat. Mengingat peristiwa laserasi umum dijumpai, dan servikssendiri biasanya ditempati kuman-kuman yang patogen. Lagipula, mengingatlaserasi serviks yang sering langsung meluas ke dalam jaringan di dasarligamentum kardinale, infeksi tersebut mudah menyebabkan limfangitis, parametritis dan bakteremia. Baca entri selengkapnya »

Written by askepasbid

5 Agustus 2009 at 10:44 am

ENDOMETRIOSIS

leave a comment »

Endometriosis yang aktif dan berat merupakan komplikasi yang tidak sering ditemukan pada kehamilan. Namun demikian, wanita dengan endometriosis dapat hamil dan dalam perjalanan kehamilannya, kadang-kadangmeninjukan gejala klinis yang aneh serta sangat mengganggu. Baca entri selengkapnya »

Written by askepasbid

28 Juli 2009 at 10:40 am

Ditulis dalam Asuhan Kebidanan, Genetalia Interna

Tagged with

PARAMETRITIS (SELLULITIS PELVIKA)

leave a comment »

Sellulitis pelvika ringan dapat menyebabkan suhu yangmeninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap lebih dari satu minggu disertaidengan rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal inipatut dicurigai terhadap kemungkinanselulitis pelvika. Pada perkembangan proses peradangan lebih lanjutgejala-gejala sellulitis pelvika menjadi lebih jela. Pada pemeriksaan dalam dapatdiraba tahanan padat dan nyeri di sebelah uterus dan tahanan ini yangberhubungan erat dengan tulang panggul, dapat meluas ke berbagai jurusan. Ditengah-tengan jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Dalam hal ini, suhu yang mula-mula tinggi secaramenetap menjadi naik-turun disertai dengan menggigil. Penderita nampak sakit,nadi cepat, dan perut nyeri. Dalam 2/3 kasus tidak terjadi pembentukan abses,dan suhu menurun dalam beberapa minggu. Tumor di sebelah uterus mengecilsedikit demi sedikit, dan akhirnya terdapat parametrium yang kaku.

Jika terjadi abses, nanah harus dikeluarkan karena selaluada bahaya bahwa abses mencari jalan ke rongga perut yang menyebabkanperitonitis, ke rectum, atau ke kandung kencing.

Written by askepasbid

18 Juli 2009 at 10:38 am

ADNEXITIS

leave a comment »

Pada infeksi masa puerperalis, kelainan yang mengenaituba falopi seringkali hanya perisalpinitis tanpa diikuti oklusi tuba,sterilisasi di kemudian hari dan kemandulan. Salpingitis primer karena penyakitgonore selama masa puerperalis jarang ditemukan. Abses ovarium dapat terjadisebagai komplikasi infeksi masa puerpuralis yang munkin akibat invasi bakterimelalui ruptura selubung ovarium. Abses biasanya unilateral dan pasien biasanyadatang 1 sampai 2 minggu setelah melahirkan. Pada banyak kasus, ruptura basesakan menyebabkan peritonitis tampak jelas, tindakan yang dilakukan pada mulanyaberupa pemberian preparat entibiotik intravena saja, tetapi drainase biasanya juga diperlukan dan juga bias mendorong dilakukannya eksplorasi bedah.

Written by askepasbid

5 Juli 2009 at 10:36 am

PELVIKSISTIS

leave a comment »

Meskipunsegera dilakukan pengobatan antibiotika yang tepat untuk mengatasi metritis,kadang-kadang suatu flegmon parametrium akan mengalami supurasi sehinggaterbentuk massabenjolan pada ligamentum latum yang berfluktuasi dan bias menonjol diatasligamentum inguinale pouparti. Dalam keadaan ini, wanita tersebut mungkin tidakmenunjukan gejala yang semakin memburuk tetapi panas tetap bertahan. Begitu terdapat ruptura abses ke dalam kavum peritonii, peritonitis yang bias membawakematian dapat terjadi. Kemungkinan lebih besar lag, trjadi robekan ke arahanterior sehingga tidak terjangkau dengan tindakan drainase lewat jarum yangdiarahkan oleh tomografi komputer. Kadang-kadang robekan terjadi ke arahposterior lewat ruang retroperitonium ke dalam septum rektovaginalis di mana drainaseoperatif mudah di laksanakan.

Written by askepasbid

15 Juni 2009 at 10:33 am

KELAINAN PADA OVARIUM

leave a comment »

SALPINGITIS AKUT
Salpingitis menjalar ke ovarium hingga juga terjadi oophoritis. Salpingitis dan oophoritis diberi nama adnexitis.

Etiologi :
Paling sering disebabkan oleh gonococcus, disamping itu oleh staphylococ, streptococ dan bac tbc.
Infeksi dapat terjadi sebagai berikut :
a) Naik dari cavum uteri
b) Menjalar dari alat yang berdekatan seperti dari appendiks yang meradang
c) Haematogen terutama salpingitis tuberculosa

Salpingitis biasanya bilateral.
Gejala-gejala
- Demam tinggi dengan menggigil, pasien sakit keras.
- Nyeri kiri dan kanan di perut bagian bawah terutama kalau ditekan
- Defense ki dan ka di atas lig Poupart
- Mual dan muntah; jadi ada gejala abdomen akut karena terjadi perangsangan peritoneum.
- Kadang-kadang ada tenesmi ad anum karena proses dekat pada rectum atau sigmoid.
- Toucher : nyeri kalau portio digoyangkan, nyeri kiri dan kanan dari uterus, kadang-kadang ada penebalan dari tuba, tuba yang sehat taj dapat diraba.
Harus diketahui bahwa tekanan pada ovarium selalu menimbulkan nyeri walaupun tidak meradang.

MENORRHAGI DAN DYSMENORRHOE
Sekunder biasanya terjadi oophoritis. Salpingoophoritis lebih sering disebut adnexitis.
Karena adnexitis, terjadi perlekatan dengan usus yang dapat diraba sebagai tumor. Jadi tumor ini merupakan tumor radang dan disebut “adnex tumor”. Tumor dari ovarium sendiri disebut tumor ovarium. Kadang-kadang terjadi pyosalpinx dan pyovarium dan setelah pus diabsorpsi terjadi hydrosalpinx.
Kalau tekanan dalam hydrosalpinx cukup besar maka cairan dapat mencari jalan ke dalam cavum uteri, maka sekonyong-konyong keluar cairan dari genitalia penderita (hydrops tubae prfluens).
Kejadian ini dapat berulang. kalau nanah masuk ke dalam rongga perut melalui ostium tubae abdominale maka terjadilah pelveoperitonitis atau Douglas abses. Douglas abses dan peritonitis kadang-kadang terjadi karena pyoslapinx pecah walaupun ini jarang terjadi.
Peritonitis gonorrhoica mempunyai tendens untuk tetap terlokalisasi tidak menjadi peritonitis umum. Pada salpingitis gonorrhoica tubae yang menjadi berat jatuh dalam cavum Douglasi dan menimbulkan retroflexio uteri fixata. Kalau ini terjadi maka pada toucher cavum Douglasi nyeri tekan dan juga pada coitus penderita mengalami perasaan nyeri (dyspareunia).
DD :
1. Kehamilan ektopik : biasanya tidak ada demam. LED tidak meninggi dan lekositose tidak seberapa.
Kalau tes kehamilan positif (Galli Mainini) maka adnexitis dapat dikesampingkan tapi kalau negatif keduanya mungkin.
2. Appendicitis : tempat nyeri tekan lebih tinggi (Mc. Burney).
Terapi :
- Istirahat, broad spectrum antibiotica dan corticosteroid.
- Usus harus kosong

ADNEXITIS KRONISA
Adnexitis kronis terjadi :
a) Sebagai lanjutan dari adnexitis akut.
b) Dari permulaan sifatnya kronis seperti adnexitis tuberculosa.

Gejala-gejala
- Anamnetis telah menderita adnexitis akut
- Nyeri di perut bagian bawah : nyeri ini bertambah sebelum dan sewaktu haid. Kadang-kadang nyeri di pinggang atau waktu buang air besar
- Dysmenorrhoe
- Menorrhagi
- Infertilitas

Diagnosa
Dengan toucher dapat teraba adnex tumor. Adnex tumor ini dapat berupa pyosalpinx atau hydrosalpinx. Karena perisalpingitis dapat terjadi perlekatan dengan alat-alat sekitarnya. LED meninggi dan biasanya ada leko disebut salpingitis isthmica nodosa dimana proses radang hanya nampak pada pars isthmica berupa tonjolan kecil yang dapat menyerupai myoma. Adnexitis pada seorang virgo harus menimbulkan kecurigaan pada adnexitis tuberculosa.
DD :
Kalau adnex tumor bilateral maka diagnosa boleh dikatakan pasti.
Adnex tumor yang unilateral harus dibedakan dari :
- Appendicitis chronica
- Kehamilan ektopik yang terganggu (abortus tubair)

Terapi :
- Antibiotika dan istirahat
- UKG
- Kalau tidak ada perbaikan dipertimbangkan terapi operatif.

TUMOR OVARIUM
Berbagai jenis tumor ovarium pada komplikasi kehamilan. Insidensi tumor pada kelainan sel yang terjadi pada kelompok beberapa usia diketahui melalui pemeriksaan USG secara rutin selama kehamilan. Dari hasil kilas balik KAT 2 dan kawan-kawan tahun 1983 menemukan rata-rata insidensi pada masa adneksal 1-200 kehamilan. Whitecar dan asosiasi (1999) melaporkan insidensi pada 1300 kehamilan dengan tumor dilakukan laparotomi. Koonings dan rekan kerja (1988) dilaporkan pada satu neoplasma adneksa pada setiap 197 persalinan sectio caesarea.
Kebanyakan tumor ovarium dan gangguan sel Whitecar dan asosiasi (1999) menjelaskan 130 masa adneksal diagnosa selama kehamilan, 30% terutama gangguan sel 28% serous or mucinous cystadenomas, 13% korpus luteal dan 70% gangguan sel lainnya.
Manajemen
Di awal kehamilan ovarium akan membesar, mengakibatkan suspeksi pada neoplasma. Ovarium berkurang 6 cm dari biasanya dan dari bentuk corpus lotium. Thornton and Wells (1987) melaporkan dari hasil USG pendekatan konservatif pada manajemen gangguan ovarium dapat berdasarkan pada karakteristik USG. Mereka merekomendasikan penelitian pada kehamilan diameternya meningkat 10 cm karena meningkatnya bahaya pada kanker dan membesarnya sel-sel pembesaran sel 5 cm atau kurang dapat dikesampingkan sendiri pembesaran sel harus diketahui jika memiliki pendekatan pada pembesaran sel sederhana. Whiccer dan rekan kerja perhatian karena setengah dari 41 wanita dengan pembesaran sel sederhana memiliki neoplasma.

Written by askepasbid

14 Juni 2009 at 10:31 am

PERITONITIS

leave a comment »

Penyulit ini jarang dijumpai apabila terapi segeradiberikan, akan tetapi nisa ditemukan pada pasien infeksi pascasesio sesareaapabila terjadi nekrosis dan terlepasnya insisi, dan juga bias terjadi karenameluasnya endometritis. Tetapi juga ditemukan bersama-sama dengan salpingo-ooforotis dan sellulitis pelvika. Selanjutnya, ada kemungkinan bahwaabses pada sellusitis pelvika mengeluarkan nanahnya ke rongga peritoneum danmenyebabkan peritonitis. Peritonitis juga kadang dijumpai pada wanita denganriwayat SC dan menjalani persalinan pervaginam.

Secara klinis, peritonitis nifas mirip dengan peritonitisbedah, kecuali bahwa rigidaitas abdomen biasanya kurang meninjol karena padakehamilan terjadi peregangan abdomen. Peritonitis, yang tidak menjadiperitonitis umum, terbatas pada daerah pelvis. Gejalanya tidak seberat padaperitonitis umum, penderita demam, nyeri perut bagian bawah, yaitu karenadistensi usus yang hebat terjadi karena ileus paralitik. Tetapi keadaan umumtetap baik. Pada pelvioperitonitis bias terjadi pertumbuhan bases. Nanah yangbiasanya terkumpul dalam kavum Douglasharus di keluarkan dnegan kolpotomi posterior untuk mencegah keluarnya melaluirectum atau kandung kencing.

Peritonitis umum disebabkan oleh kuman yang sangatpatogen dan merupakan penyakit berat. Suhu mneingkat menjadi tinggi, nadi cepatdan kecil, perut kembung dan nyeri ada defense musculire. Muka menjadi pucat,mata cekung, kulit muka dingain; terdapat apa yang dinamakan facieshippocratica.

Kausa peritonitis generalisata perlu diidentifikasi.Apabila infeksi dimulai di uterus dan kemudian ke peritoneum, terapi biasanyabersifat medis. Sebaliknya, peritonitis akibat lesi usus atau nekrosis insisiuterus sebaiknya diterapi secara bedah. Terapi antimikroba dilanjutkan.

Penangananperimetritis :

Pasang selang nasogastrik

Infus cairan Ringr Laktat

Berikan antibiotik kombinasi,sampai 48 jam bebas panas

Ampisilin 2 g I.V. tiap 24 jam

Ditambah gentamisin 5 mg/kg.I.V. tiap 24 jam

Ditambah metronidasol 500 mgI.V. tiap 8 jam

Jika perlu lakukan laparatoniuntuk drainase

Written by askepasbid

6 Juni 2009 at 10:35 am

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.